Sesuatu yang dinamakan “menua”

Alhamdulillah,
sekarang saya udah lebih tua.
Banyak temen2 yang bilang “rasain, makin tua lhooo…” dengan nada mengejek.
Dan buat saya, ejekan “tua” itu adalah sesuatu yang agak absurd.

Kenapa absurd?
Karna bukankah bertambah “tua” itu adalah sesuatu yang manis?
Artinya kita udah dikasih satu tahun waktu lagi untuk bisa jalan di dunia ini.
Artinya kita makin dekat sama jodoh kita yang InsyaAllah waktu bertemunya sudah makin dekat.
Artinya kita makin dekat sama masa depan yang InsyaAllah indah dan bahagia, bersama keluarga kecil kita nantinya.

Masa depan yang bahagia? Apa bahagia itu pasti?
Iya. Saya berani jawab yang namanya masa depan itu pasti berisi kebahagiaan.
Tapi, tergantung cara pandang masing-masing orang ya.
Orang yang memutuskan untuk hidup dengan cara yang bahagia, walaupun sehari cuma makan satu kali dan itupun cuma pake lauk tempe sama kerupuk, dia akan tetap tersenyum dan mensyukuri kehidupannya yang dia miliki. Itulah kebahagiaan dia.
Orang yang memutuskan untuk hidup dengan cara yang tidak bahagia, walaupun dia orang kaya harta berlimpah dengan penghasilan bermilyar-milyar, tetep aja masih akan merasa kekurangan dimana-mana.

Dan buat saya, menjadi “tua” itulah saatnya kita memilih, ingin jadi orang yang bahagia atau nggak.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s